Jumat, 08 Juni 2012

MELEBUR BLACK MAGIC (DESTI-TELUH-TERANJANA)

MELEBUR BLACK MAGIC (DESTI-TELUH-TERANJANA)
Drs.Kadek Yudhiantara,MAP
(Guru Besar Padepokan Maruti Suta-Bali, Pendiri Bali Yoga Center)


APAKAH ILMU BLACK MAGIC DAPAT DILEBUR?
Perspektif filhosopis
Sebelum mejawab pertanyaan ini,terlebih dahulu perlu dijelaskan sedikit tentang filoshopi Magic. Perlu dipahami, bahwa pada dasarnya,kekuatan MAGIC tidaklah bersifat PUTIH ATAU HITAM.Motivasi manusia yang berbeda dalam mengolah dan menggunakan MAGIC dalam kehidupan itulah yang membuat MAGIC bersifat hitam atau putih,beraliran KIWA (Black Magic) atau PENENGEN (White Magic) .
Magic adalah kekuatan ghaib yang dimiliki oleh seseorang sebagai hasil dari praktek olah bathin dengan metode dan atau lelaku tertentu. Magic adalah kekuatan dan prinsip kekuatan ini bersifat netral.Adanya perbedaan motivasi dan tujuan dalam menjalankan magic,menyebabkan magic kemudian mempunyai warna; hitam atau putih,mempunyai kualitas ; baik atau buruk,dan mempunyai aliran; kiwa atau tengen. Ada penggunaan magic yang dilandasi motivasi positip dengan tujuan memupuk kebaikan ; ini disebut white magic,ilmu putih atau penengen.Adapula penggunaan magic yang dilandasi motivasi negatif dengan tujuan menghancurkan ;ini disebut black magic,ilmu hitam atau ilmu Pengiwa
Perbedaan diantara kedua ilmu ini, dilukiskan oleh naskah kuno dalam sebuah ilustrasi rerajahan dengan 2 figur sentral Bhatara Guru dan Bhatara Kala.Bhatara Guru memegang Pustaka Petak sedangkan Bhatara Kala memegang Pustaka Cemeng.Kedua pustaka ini kemudian menjadi referensi bagi pengembangan berbagai praktek magic.
Jadi kuncinya disini adalah motivasi seseorang dan motivasi ini berhubungan dengan niat.Niat jahat yang didominasi guna rajas-tamasik (sifat sifat buruk yang dapat mencelakakan orang lain/asuri sampat) mengalirkan kekuatan magic menjadi kejahatan.Sebaliknya,Niat baik yang didominasi guna rajas-satwik (sifat sifat luhur untuk menebar kebaikan/daiwi sampat) mengarahkan kekuatan magic menjadi daya kebajikan.
Dengan demikian dapat disimpulkan,bahwa upaya membangun,memelihara dan mengembangkan Black Magic pada prinsipnya merupakan pemeliharaan sifat sifat setan didalam diri alias pemurtian asuri sampat.Karena itu,seluruh perwujudan sifat buruk akan dengan mudah berkembang didalam bawah sadar seseorang sejalan dengan pertumbuhan tingkat ilmu black magic yang diamalkan.Bahkan pada fase tertentu,perlahan tapi pasti,karakter asura akan semakin mendarah daging kedalam kepribadian para penekun black magic itu. Demikian pula sebaliknya.White Magic esensinya adalah upaya mendayagunakan kualitas daiwi sampat/sifat sifat kedewataan sehingga bila diamalkan akan menebarkan kebajikan bagi orang lain.

Dengan memahami latar belakang dan dasar filoshopis perkembangan sifat magic
itu,maka jelas terlihat bahwa lahir-hidup dan perkembangan black magic didalam diri penganutnya pada awalnya disebabkan oleh niat jahat.Maka jika penganut black magic itu sadar (insaf) dan ingin melebur ilmunya,maka harus berpulang kembali pada kesungguhan hati dan niat orang itu untuk bertobat dengan penuh penyesalan (meguru piduka) dan berjuang untuk mengeleminir setiap kecenderungan jahat didalam dirinya.Pemurtian asuri sampat harus dihentikan dengan merubah kecenderungan guna rajasik tamasik menjadi rajasik-satwik.Pada tingkat ini,secara teknis upaya melebur kekuatan black magic didalam dirinya bisa dilakukan secara sederhana. Orang yang bersangkutan perlu melakukan guru piduka ring kawitan/Hyang Guru dilanjutkan dengan ikrar untuk selalu pageh ngrstiti Hyang Widhi,ayu laksana, serta mendalami ajaran agama menurut petunjuk sastra,guru dan sadhu.Hanya dengan demikian,sisa sisa kekuatan black magicnya secara perlahan akan terkikis habis.Ibarat air kopi satu gelas jika terus menerus dituangi air putih maka warna hitam dan rasa kopinya akan pudar menjadi air putih yang hambar.
BAGAIMANA DENGAN PELEBURAN DESTI TELUH TERANJANA, MENGINGAT BEBERAPA JENIS ILMU TERSEBUT MENGGUNAKAN RITUAL KHUSUS?
Penerapan Black Magic di Bali dalam bentuk Desti,Teluh dan Tranjana adalah jmerupakan kekuatan penghancuran yang sangat dahsyat.Melalui praktek BLACK MAGIC seseorang yang jiwanya telah diracuni sifat sifat setan (asuri sampat),dengan leluasa bisa melampiaskan murkanya dengan berbagai cara.Para penganut black magic menginginkan kehancuran bagi siapapun yang dianggapnya musuh.Calon korban ini ditetapkan sebagai tumbal amarahnya yang tidak terbendung.Para calon korban dibidik dengan kekuatan ghaib agar bathinnya selalu resah,pikirannya kacau, sehingga kehidupan rumah tangga sang korban jauh dari harmoni.Kekuatan hidupnya-pun ikut “dihisap” hingga sang korban jatuh sakit,bergelimang penderitaan dan akhirnya mati.Memang,black magic adalah perwujudan setan yang harus dihindari oleh siapapun yang menginginkan hidupnya tenang,tenteram dan sejahtera.
Maka jika terdapat seorang pelaku Black Magic insaf, dan ingin meluluhkan ilmunya,pada prinsipnya akan berpulang kembali kepada kemauan baik dan kemantapan hati orang itu untuk berubah.Apapun jenis black magic yang ditekuninya,maka jika dorongan hati kecilnya berontak serta punya kemauan kuat untuk mengakhiri semua itu,perlahan kekuatan kesadaran/budhiyoga akan bangkit menerangi kegelapan pikirannya.Yang terpenting,bahwa apapun yang berhubungan dengan black magic yang pernah dilakukannya (mantra,lelaku,piranti magis,dll) harus dikubur dalam dalam
Sedangkan untuk ilmu ilmu black magic khusus yang telah dipercaya prakteknya di Bali,kita perlu memilahnya terlebih dahulu sebagai berikut :
.Penerapan ilmu penestyan dikelompokkan menjadi : Pertama,penestyan yang dilakukan secara jarak jauh dengan sarana utama berupa acep acepan,disebut Tuju Teluh.Kedua penestyan yang dilakukan dengan sarana utama berupa piranti magis tertentu kemudian ditanam atau ditaburkan pada tempat tempat tertentu,disebut pepasangan.Dan yang ketiga adalah penestyan yang dilakukan bersama sama dengan ilmu pengleakan,yakni melalui proses malin rupa (perubahan wujud),disebut nerangjana.
Untuk ketiga jenis black magic ini,usaha peleburan yang sedikit perlu ikhtiar ekstra adalah jenis penestyan yang ketiga (nerangjana-malin rupa).Hal ini terkait dengan sumpah aguron guron yang sangat sacral serta ritual semacam medewasaksi ring ksetra atau tempat tertentu yang dirahasyakan..Untuk kasus ini perlu ada ritual larung aji ring segara (luluh banyu),meguru piduka, nunas bayuh/pengelukatan.Jenis pengelukatan yang dilakukan sangat bervariasi tergantung jenis ilmunya (pengelukatan segara gunung,pengelukatan sastra salah,dsb).Tapi hal ini jarang dilakukan,karena umumnya aji malin rupa (leak) plus nerangjana itu ditegakkan oleh aturan disiplin bathin yang sangat ketat dan dijaga kerahasyaannya dengan sangsi niskala yang amat tegas.Disamping itu tingkat loyalitas dan komitmen pengikutnya tidak diragukan,sehingga jarang mereka (para penganut wama marga) itu insaf.Sifat asuri sampat telah mendarah daging dalam dirinya,hingga sampai ajal tiba.dan menjelang ajal tiba, ilmu tersebut baru terlepas dari empunya jika ada “kader” yang bersedia menerimanya.Tongkat estafet ilmu black magic ditegakkan,roh penganut black magic baru lepas dari jasad fisiknya.
Apabila penganut ilmu ini telah mencapai taraf perkembangan tingkat puncak, maka peleburan ilmu hanya dimungkinkan melalui anugerah Shaktipat atau inisiasi jiwa yang hanya bisa dilakukan oleh orang suci sekaliber Mpu Bharadah misalnya.Hanya setelah yang bersangkutan bertobat dan anugerah shaktipat mengalir dari kemurah hatian orang suci,jiwa mereka akan mengalami transformasi menuju pencerahan.
BAGAIMANAPUN JUGA,LEAK HANYALAH SALAH SATU CETUSAN KEINGINAN MANUSIA YANG “MENYIMPANG’” DARI JALAN DHARMA.SECEPAT HATI NURANINYA BERBICARA,LEAK SEGERA LENYAP DALAM PENYESALAN.IA KEMBALI MENJADI MANUSIA .TIDAK ADA YANG PERLU DITAKUTI DARI LEAK,LEAK JUGA MANUSIA SEPERTI KITA


1 komentar:

  1. Suksma telah mencantumkan narasumber,salam (Kadek yudhiantara

    BalasHapus