Tampilkan postingan dengan label Ayur Veda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayur Veda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

Pembagian Ramuan Obat Menurut Ayurveda


Print E-mail

               Pembagian Ramuan Obat Menurut Ayurveda

Menurut Ayurveda
Oleh: Ngurah Nala, Universitas Hindu Indonesia
Ayurveda membagi makhluk hidup yang ada di dunia ini berdasarkan atas yoni atau sumber asalnya dalam 4 tipe, yaitu 1). jarayuja, makhluk hidup yang dibungkus oleh selaput tipis amnion ketika berada dalam kandungan, 2). andaja, makhluk yang lahir atau hasil penetasan dan telur, 3). svedaja, makhluk hidup yang mengeluarkan keringat, 4). audbhija, makhluk yang muncul ke luar menembus tanah, Tiga tipe pertama ini terdiri atas makhluk hidup yang berupa binatang sedangkan tipe yang keempat, yakni audbhidja berupa makhluk hidup berwujud tumbuh-tumbuhan. Pengobatan terhadap suatu vyadhi, abadha, roga atau penyakit pada umumnya mempergunakan ramuan obat yang terdiri dan bahan makhluk hidup, baik yang berasal dan binat ang jarayuja, andaja, svedaya maupun yang berasal dan audbhidja atau tumbuh-tumbuhan.

Selain itu ada lagi bahan ramuan obat yang bahannya berasal dan makhluk tidak hidup yakni yang berasal dan perthivi atau tanah, termasuk logam dan mineral (dhatu dan upadhatu).
Ada pula yang membagi bahan ramuan obat ini atas: 1. sthavara (benda yang tidak bergerak, termasuk tumbuh-tumbuhan) dan 2. jangama (makhluk yang bergerak, binatang). Sthavara dibagi lagi atas: 1) kandt (rimpang), 2). mula (akar), 3). batang. 4). daun, 5). puspa (bunga), dan 6). phala (buah, termasuk biji). Sedangkan jangama atau bmnatang dibagi atas: 1) bandhya (binatang yang dikebiri), 2). abandhya (binatang yang beranak, tidak dikebiri), 3), gramya (binatang jinak, peliharaan) dan 4). aranya (binatang liar, tidak dipelihara).

Ramuan Obat dalam Ayurveda


Print E-mail

                            Ramuan Obat dalam Ayurweda

Oleh : Ida Bagus Putu, Suamba, Batubulan
Pendahuluan
Bahan ramuan obat yang dipergunakan untuk mengobati orang yang sakit diperoleh terutama dan makhluk hidup, eperti tumbuh-tumbuhan dan binatang, serta makhluk yang tidak hidup yang berasal dan bumi termasuk air. Bahan ramuan ini sebelurn diberikan kepada pasien ada yang mengalami pemrosesan terlebih dahulu, tetapi ada juga yang dapat dipergunakan langsung tanpa memerlukan pengolahan.
Ayurveda membagi makhluk hidup di dunia ini berdasarkan atas yoni atau sumber asalnya dalam 4 tipe, yaitu:
1) jarayuja, makhluk hidup yang dibungkus oleh selaput tipis amnion ketika berada dalam kandungan;
2) andaja, makhluk yang lahir atau hasil penetasan dan telur;
3) svedaja, makhluk hidup yang mengeluarkan keringat;
4) audbhidja, makhluk yang muncul keluar menembus tanah. Tiga tipe pertama ini terdiri atas makhluk hidup yang berupa binatang sedangkan tipe yang keempat, yakni audbhidja berupa makhluk hidup berwujud tumbuh-tumbuhan. Pengobatan terhadap suatu vyadhi, abadha, roga atau penyakit pada umumnya mempergunakan ramuan obat yang terdiri dari bahan makhluk hidup, baik yang berasal dari binatang jarayuja, andaja, svedaja maupun yang berasal dari audbhidja atau tumbuh-tumbuhan.
Selain itu ada lagi bahan ramuan obat yang bahannya berasal dari makhluk tidak hidup yakni yang berasal dari prethivi atau tanah, termasuk logam dan mineral (dhatu dan upadhatu).

Unsur Guna dalam Ramuan Obat Menurut Ayurveda


Print E-mail

     Unsur Guna dalam Ramuan Obat Menurut Ayurveda

Oleh: Ngurah Nala (Universitas Hindu Indonesia)
Kata guna yang terdapat di dalam kitab Ayurveda, berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya atau padanan katanya dalam bahasa Indonesia bukanlah manfaat atau faedah. Walaupun kurang tepat, tetapi para ahli Ayurveda lebih cenderung mengartikan kata guna sebagai sifat atau kualitas prinsip yang terdapat di dalam ramuan atau yang dikandung oleh suatu ramuan. Berdasarkan atas guna yang terdapat di dalamnya, ada yang membagi ramuan obat berdasarkan atas banyak sedikitnya unsur guna atau sifat yang dikandungnya. Menurut pembagian ini ramuan obat dibagi atas 20 kategori. Kedua puluh ramuan obat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Guru
Rambuan obat yang memiliki guru guna, bersifat kental dan berat. Dalam ramuan ini ada dua unsur panca maha bhuta yang dominan keberadaannya, yakni unsur perthiwi (bumi, zat padat) dan apah (air, zat cair). Karena mengandung kedua unsur bhuta inilah yang menyebabkan ramuan tersebut memiliki sifat kental dan berat. Ramuan ini berkhasiat meningkatkan unsur tri dosha kapha (air, cairan). Tetapi menurunkan unsur vatta (udara, gas) dan pitta (panas, metabolisme) yang ada di dalam tubuh.
2. Laghu Ramuan obat yang mengandung laghu guna, bersifat encer dan ringan.
Ramuan ini didominasi oleh tiga unsur bhuta, yakni unsur teja (api, panas), vayu (udara, gas) dan akasa (kosong). Dapat meningkatkan unsur tri dosha vatta (udara) dan pitta (panas), dengan sendirinya juga menaikkan pengeluaran agni (enzim). Tetapi menurunkan unsur kapha (air).

Penyebab Penyakit Menurut Ayurveda


Print E-mail

                     Penyebab Sakit Menurut Ayur Veda

Oleh : Ngurah Nala (Universitas Hindu Indonesia)
Penyebab penyakit amat banyak ragamnya. Orang jatuh sakit dapat karena terserang kuman penyakit, dapat pula karena jatuh, tertimpa pohon, kehujanan, kepanasan, kena debu, posisi kerja yang salah, karena sejak lahir sudah mengidap penyakit dan sebagainya. Menurut kitab Ayurveda, untuk memudahkan dalam pengobatannya, penyebab sakit perlu dikelompokkan. Penrebab penyakit ini dapat dikelompokkan dalam 3 golongan, yakni:
1. Pradnyaparadha:
Yang dimaksud ke dalam kelompok pradnyaparadha ini adalah penyebab sakit yang tergolong dalam perbuatan yang tidak wajar dan dhi (intelek), dhrti (kesadaran) dan smrti (ingatan). Bila seseorang berbuat yang tidak sesuai dengan hati nuraninya, mempergunakan kepandaiannyauntuk menipu, korupsi, mencuri dan perbuatan adharma lainnya, maka dia akan menderita tekanan batin. Perasaarinya selalu berasa bersalah, sehingga lama kelamaan dia akan jauh sakit. Mengumbar nafsu serakah, marah, mabukmabukan, juga menyebabkan badan menjadi sakit. Dengan sadar mengisap rokok berlebihan, mengisap ganja, narkotika, mengumbar nafsu seksual, obat terlarang, akan menyebabkan badan menjadi sakit.
2. Asatmyendriyartha samyoga:
      Kelompok asatmyendriyartha samyoga ini terdiri atas penyebab sakit yang berupa penggunaan panca inderiya yang menyimpang, baik dalam hal penglihatan, pendengaran, penghiduan (penciuman), pengecapan dan perabaan. Misalnya melihat agak lama matahari ketika tengah han, dapat menyebabkan mata menjadi sakit. Mendengar bunyi yang terlalu keras sehingga telinga menjadi sakit. Mencium bau yang menyengat (mengandung racun) akan menyebabkan daya penciuman berkurang. Meminum air panas, mengakibatkan lidah terluka, sehingga pengecapan menjadi kurang berfungsi. Kulit yang terluka atau terlalu tebal, akan mengurangi kepekaan rasa perabaan. Dan berbagai penyimpangan penggunaan panca indera yang tidak normal.

Salya Tantra Ilmu Pengobatan Bedah Menurut Ayurveda

                                                Salya Tantra

Ilmu Pengobatan Bedah Menurut
Ayurveda
Oleh : Ngurah Nala
Universitas Hindu Indonesia
Di dalam kitab Sushruta Samhita dikatakan bahwa salya atau pembedahan merupakan terapi atau chikitsa yang paling baik, cepat dan berhasil untuk menanggulangi penyakit tertentu yang memerlukan pengangkatan atau menghilangkan bagian tubuh yang menyebabkan terjadinya penyakit. Menurut istilah Ayurveda, pengobatan dengan cara pembedahan dilakukan terhadap penyakit yang diakibatkan oleh penumpukan unsur tri dosha, dhatu dan mala di dalam tubuh. Dengan cara dibedah akan memberikan kesempatan kepada tubuh untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisannya kembali. Salya atau pembedahan tidaklah hanya menyangkut pembedahan atau operasi saja, tetapi termasuk juga bagairnana menegakkan diagnosis, persiapan mengenal metode yang dipergunakan, ukuran, operasi, alat bedah, metode penanganan pasca bedah, dan mengembalikan kesehatan agar kesehatan kembali normal kembali. Cara yang biasa dipergunakan dalam pembedahan menurut Ayurveda adalah:
Dengan cara dibedah akan memberikan kesempatan kepada tubuh untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisannya kembali. Salya atau pembedahan tidaklah hanya menyangkut pembedahan atau operasi saja, tetapi termasuk juga bagairnana menegakkan diagnosis, persiapan mengenal metode yang dipergunakan, ukuran, operasi, alat bedah, metode penanganan pasca bedah, dan mengembalikan kesehatan agar kesehatan kembali normal kembali. Cara yang biasa dipergunakan dalam pembedahan menurut Ayurveda adalah:
DAHA
Daha adalah cara menghilangkan bagian kecil tubuh yang tumbuh mengganggu (biasanya berupa tonjolan di daerah kulit) dengan cara pembakaran. Untuk membakar bagian tubuh ini dapat dipergunakan larutan kimia (ksara) atau langsung dipanasi (agni).