Kata Shiwa juga
berarti “Sang Pemilik Setiap Jiwa”. Mantra ini baik untuk dihaturkan ke Hyang
Shiwa dalam setiap pemujaan ke arah-Nya. Beliau adalah Sang pelebur dosa-dosa
dan kehidupan kita ke arah kelahiran kembali, bukan sang perusak seperti yang
sering difahami dengan salah. Baik sekali sekiranya mantram ini dipergunakan ke
arah-Nya :
OM TRAMBHAKAM YAJAMAHE
SUGANDHIM
PUSHTIWARDHANAM
UWA RUKAMIWA BANDHANAT
MRITYOR MUKSHI
YAMAMRUTAT
Makna mantra di atas : “ Kami memuja ke Hyang Bermata Tiga yang harum
kehadiran-Nya, Yang mengayomi segala makhluk. Semoga beliau sudi menghindarkan
kami dari kematian, dan menghantarkan kami ke Moksha, ibarat sebuah mentimun
yang melepaskan dirinya dari lilitan pohonnya sendiri”.
Didalam Shastra-Widhi Sanatana Dharma yang berhubungan dengan
Shiwa-Purana dan pemujaan ke Hyang Shiwa hadir 108 nama sakral Hyang Shiwa yang
dihaturkan ke Hyang Shiwa pada saat puja, Gni-Hotra, maupun siraman ke Lingga
Yoni dengan air dan taburan bunga. Sang Sulinggih membacakan setiap nama ini
dengan akhir kata namaha, sedangkan pemuja menyebut swaha dengan menghaturkan
bunga dan air ke Lingga Yoni, atau dengan siraman minyak ke Gni-Hotra ataupun
taburan bunga. Kata swaha bermakna “aku berserah kepada-Mu”. Sebaiknya tatacara
ini dimulai dengan mantra ke Ganesya dahulu baru memuja 108 kali ke Ishta Dewata
yang dimaksud. Ikuti petunjuk guru penuntun. Di bawah ini kami haturkan 108 nama
Shiwa seperti berikut :
