Tampilkan postingan dengan label Mantra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mantra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juni 2012

MANTRA SHIWA

 

Kata Shiwa juga berarti  “Sang Pemilik Setiap Jiwa”. Mantra ini baik untuk dihaturkan ke Hyang Shiwa dalam setiap pemujaan ke arah-Nya. Beliau adalah Sang pelebur dosa-dosa dan kehidupan kita ke arah kelahiran kembali, bukan sang perusak seperti yang sering difahami dengan salah. Baik sekali sekiranya mantram ini dipergunakan ke arah-Nya : 
OM TRAMBHAKAM YAJAMAHE
SUGANDHIM PUSHTIWARDHANAM
UWA RUKAMIWA BANDHANAT
MRITYOR MUKSHI YAMAMRUTAT 
Makna mantra di atas : “ Kami memuja ke Hyang Bermata Tiga yang harum kehadiran-Nya, Yang mengayomi segala makhluk. Semoga beliau sudi menghindarkan kami dari kematian, dan menghantarkan kami ke Moksha, ibarat sebuah mentimun yang melepaskan dirinya dari lilitan pohonnya sendiri”.
Didalam Shastra-Widhi Sanatana Dharma yang berhubungan dengan Shiwa-Purana dan pemujaan ke Hyang Shiwa hadir 108  nama sakral Hyang Shiwa yang dihaturkan ke Hyang Shiwa pada saat puja, Gni-Hotra, maupun siraman ke Lingga Yoni dengan air dan taburan bunga. Sang Sulinggih membacakan setiap nama ini dengan akhir kata namaha, sedangkan pemuja menyebut swaha dengan menghaturkan bunga dan air ke Lingga Yoni, atau dengan siraman minyak ke Gni-Hotra ataupun taburan bunga. Kata swaha bermakna “aku berserah kepada-Mu”. Sebaiknya tatacara ini dimulai dengan mantra ke Ganesya dahulu baru memuja 108 kali ke Ishta Dewata yang dimaksud. Ikuti petunjuk guru penuntun. Di bawah ini kami haturkan 108 nama Shiwa seperti berikut :

MANTRAM GANESHYA

 


Selain 108 kali mantram “Om Sri Ganeshya Namaha”. Ada dua mantram di bawah ini untuk pemujaan secara khusus untuk berbagai tujuan yang mulia: 
  Om Wakratunda Mahakaya
Suryakoti Samaprabha
Nirwignam Kurumei Dewa
Sarwa Karyeshu Sarweda
 ( Maknanya : Om, Wahai Dikau yang berwujud besar dan memiliki sepasang taring yang melengkung, yang bercahaya ibarat jutaan mentari. Aku memujaMu, dengan harapan agar sudi kiranya Dikau menghilangkan segala rintangan yang menghalangiku ). Kemudian : 
Om Sri Ganeshya Namaha
Om Sri Ganapati Namaha
Om Sri Wakratunda Namaha 
Mantram di atas dapat dipakai untuk puja-puji, kidung-kidung, meditasi dan pembukaan setiap Geni-Hotra, dsb.



Senin, 18 Juni 2012

GAYATRI – MANTRA

JAPA  MANTRA 

Sri Krishna di dalam Bhagavat-Gita bersabda kepada Sri Arjuna, bahwasanya diantara berbagai mantra, maka Gayatri Mantra adalah yang tertinggi sifatnya dan Beliau sendiri adalah pengejawantahan dari esensi mantra ini.  Ada dua versi mantra Gayatri yang paling populer diantara berbagai jenis mantra-mantra Gayatri.  Yang pertama adalah seperti berikut ini : 

OM

BHUR, OM BWAH, OM SWAH,
Om Tat Savetur Varenyam
 Bhargo Devasya Dimahi,
Dhiyo Yonah Prachodayat 
Apakah mantra Gayatri ini sebenarnya dan apakah manfaatnya, sehingga sedemikian agungnya mantra ini?  Konon Gayatri sendiri yang adalah manifestasi dari lima bentuk bunda alam-semesta ini bersifat maha prakriti (Maya, ilusi Ilahi).  Kelima dewi ini adalah Saraswati-Laksmi-Durga-Uma dan Kali, yang membaur menjadi satu bentuk dominan di seluruh alam semesta ini, baik di alam buana-alit maupun buana-agung.  Gayatri lahir dari Sang Pencipta Brahma pada awal penciptaan dunia ini yang tersirat di Veda sebagai  mantra yang bersifat universal, yaitu suatu bentuk Pengagungan dari Yang Maha Kuasa dalam bentuk seorang Bunda alam-semesta itu sendiri dengan kelima bentuk kewajibanNya.  Itulah sebabnya walaupun memiliki hanya satu raga, Beliau berkepala kelima dewi di atas tersebut.  Dewi Saraswati adalah lambang dari ilmu pengetahuan, sastra, agama, literatur, keindahan dan seni budaya.  Tanpa Beliau, manusia hidup seperti ibaratnya fauna yang tidak berbudi-pekerti.  Dewi Laksmi adalah lambang dari kejayaan, kekuatan, kemakmuran dan sebagainya. Beliau adalah shaktinya Dewa Vishnu Sang Pemelihara alam semesta ini, sedangkan  Dewi Saraswati adalah shaktinya Dewa Brahma Sang Pencipta.  Durga adalah berkuasa di atas segala bentuk kebatilan,  asuras dan bentuk-bentuk yang bersifat iblis; barang siapa memuja Beliau dipastikan akan dijauhkan dari segala mara-bahaya yang ditimbulkan oleh berbagai asura ini.  Di Indonesia ada konsep yang salah mengenai Durga ini, Beliau dianggap sebagai ratunya para setan-dedemit, padahal Beliau ini menguasai mereka dan tanpa Beliau semua unsur iblis ini akan meraja-lela tidak terkendali.  Di India dan di seluruh dunia Beliau adalah Dewi yang paling dipuja demi mendapatkan imbalan-imbalan duniawi, disamping Laksmi dan Dewa Ganeshya. 

Minggu, 10 Juni 2012

kesaktian mantra gayatri 

 

  1.  Apakah Mantra Gayatri itu?
    Mantra Gayatri adalah doa universal yang tercantum dan diabadikan dalam Weda, kitab suci paling purwakala.
    (Sathya Sai Speaks, X: 1 09)
    Mantra Gayatri adalah doa yang dapat diucapkan dengan penuh kerinduan oleh pria dan wanita dari segala bangsa sepanjang masa. Pengulang-ngulangan mantra ini akan mengembangkan (kemampuan) akal budi.
    (Sathya Sai Speaks, V: 5 8)
     
  2. Ucapkanlah Mantra Gayatri
    Mantra Gayatri adalah sebagai berikut:

    OM BHUUR BHUVAH SVAH
    TAT SAVITUR VARENYAM
    BHARGO DEVASYA DHIIMAHI
    DHIYO YO NAH PRACODAYAAT

  3. Bagaimana terjemahan Mantra Gayatri ini?
OM
=
Para Brahman 'Tuhan yang Mahabesar'
BHUUR
=
Bhu loka 'alam fisik'. Ini juga menunjuk pada tubuh yang terbuat dari lima panca bhuta 'lima unsur'. Kelima unsur ini membentuk prakrti 'alam'.
BHUVAH
=
Bhuva loka 'alam pertengahan'. Bhuva juga merupakan prana sakti. Meskipun demikian prana sakti hanya dapat menghidupkan tubuh karena adanya prajnana.
Karena itulah, maka Weda menyatakan, "Prajnanam Brahma" 'Tuhan adalah kesadaran yang selalu utuh dan menyeluruh selamanya'.
SVAH
=
Swarga Loka 'surga tempat para dewa'
(Sanatana Sarathi, September 1995, hlm. 234)
TAT
=
Paramatma 'Tuhan atau Brahman'
SAVITUR
=
Itu atau Ia yang merupakan asal segala ciptaan ini
VARENYAM
=
patut disembah
BHARGO
=
sinar cahaya atau kecemerlangan spiritual, terang yang menganugerahkan kebijaksanaan
DEVASYA
=
kenyataan Tuhan
DHIIMAHI
=
kita bermeditasi
DHIYO
=
budi, intelek
YO
=
yang
NAH
=
kita
PRACODAYAAT
=
menerangi
Juga: DHIYO YO NAH PRACODAYAAT = Bangkitkan kemampuan wiweka-ku oh Tuhan, dan bimbinglah daku. (Gita Vahini)